Zat Aktif Buvanest Spinal

 zat_aktif_buvanest_spinal

 

Buvanest Spinal sendiri memiliki zat aktif utama bernama Bupivacaine. Bupivacaine merupakan salah satu jenis anestesi lokal dan regional jenis amida yang bekerja dengan mengurangi aliran keluar-masuk sodium di sistem saraf. Hal ini menyebabkan berkurangnya inisiasi dan transfer sinyal saraf di area dimana obat tersebut diaplikasikan. Blokade ini menyebabkan hilangnya fungsi saraf yang secara berurutan menunjukkan hilangnya sensasi (1) nyeri, (2) suhu/temperature, (3) sentuh, (4) tekanan dalam, dan (5) kontrol tonus otot. Bupivacaine memiliki masa kerja panjang dan mula kerja yang pendek. Masa kerjanya adalah 2-9 jam. Bupivacaine dapat langsung berefek 1-17 menit setelah penggunaan (bergantung jalur dan dosis) dengan puncaknya setelah 30-45 menit (caudal, epidural atau blokade saraf tepi) diikuti dengan penurunan kadar hingga kadar tidak bermakna selama 3-6 jam kemudian.

Bagi dokter anestesi, zat aktif didalam Buvanest Spinal, yaitu Bupivacaine sudah dianggap makanan sehari-hari. Prosedurnya pun sudah tidak perlu dibicarakan lagi, alias sudah sangat biasa dalam pembedahan ataupun operasi .

Oleh sebab itu, dokter anestesi menggunakannya, antisipasi dan kontraindikasi kandungan Bupivacaine pun sudah diantisipasi. Tekanan darah bisa turun akibat penggunaan zat ini. Dokter anestesi sudah biasa dan bisa mengantisipasinya. Dan selama ini tidak pernah ada masalah. Para dokter anestesi pun, tidak akan sembarangan untuk memberikan pembiusan dengan prosedur injeksi spinal berkandungan Bupivacaine tanpa persetujuan pasien. Pasien dengan riwayat dan risiko perdarahan tentu tidak akan diberikan zat aktif ini, karena dokter anestesi sudah mengetahui prosedurnya.

Oleh karena itu, bupivacaine dengan merek dagang Buvanest Spinal produksi Kalbe Farma, sangat berhati-hati dalam setiap penggunaan dan harus diteliti serta diinvestigasi apakah benar yang digunakan adalah Buvanest dan apakah benar kandungannya Bupivacaine. Kejadian yang tidak pernah diharapkan setelah penyuntikan zat aktif bupivacaine ini sangat jarang bahkan tidak pernah sama sekali terjadi hal yang tidak diinginkan. Walaupun, yang selama ini para dokter anestesi menggunakan merek lain namun dengan kandungan yang sama.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Nurdadi Saleh, Sp.OG mengaku belum ada keluhan dari dokter kandungan terkait meninggalnya dua pasien yang berkaitan dengan prosedur bersalin cesar.

“Sebagai dokter Obgin, Kami terima beres dari dokter anestesi. Kami terima pasien dan mengoperasinya setelah prosedur anestesi selesai,” kata Nurdadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *